NEWS

Direktur Lingkungan hidup: BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Kembali Angkat Bicara

Nexus Loading...

Leppamihmi.org - Kualitas udara di wilayah Riau masih belum membaik sepenuhnya akibat asap pekat kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang yang terganggu dan kualitas udara yang buruk masih menyelimuti wilayah Riau.

Terkait hal ini, Aidon Diago selaku Direktur Bidang Lingkungan Hidup Badan Koordinasi Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam PB HMI, memandang Pemerintahan H. Syamsuar dan Polda Riau tidak sigap dalam menyelesaikan persoalan bencana KARHUTLA di Provinsi Riau.

Merujuk catatan BNPB per Sabtu (14/9), indeks standar pencemar udara (ISPU) tertinggi di wilayah Pekanbaru 269, Dumai 170, Rokan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113.

Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 – 50), sedang (51 – 100), tidak sehat (101 – 199), sangat tidak sehat (200 – 299), dan berbahaya (lebih dari 300).

“Saya menilai bahwa Gubernur Riau dan Polda Riau tidak tegas dalam menangani bencana asap yang terjadi selama 5 tahun belakangan ini, sehingga banyak memakan korban akibat terjangkit ISPA di Riau karena asap,” ujar Aidon, Senin (16/9/19), di Jakarta.

Melihat dari data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sampai September sudah mencapai 281.626 orang yang terserang penyakit ISPA.

Mengacu pada data yang tersebut, Gubernur Riau seharusnya sudah mempunyai strategi khusus dalam penanganan KARHUTLA di Riau. Karena, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di Provinsi Riau.

“Pengurus BAKORNAS LEPPAMI PB HMI khususnya di Bidang Lingkungan Hidup menegaskan kepada Gubernur Riau, agar menangani persoalan ini sesegera mungkin guna meminimalisir banyak korban yang terserang ISPA dan menindak tegas pihak-pihak yang lahan konsesinya terbakar di cabut perizinannya guna melahirkan efek jera terhadap korporasi yang lalai dalam menjaga diwilayah konsesinya.” Ujar Aidon diago.