NEWS

LEPPAMI HMI: FPI Menjaga Gerakan Kemanusian dan Menjadi Pemersatu Umat dan Bangsa

Nexus Loading...

Leppamihmi.org - Front Pembela Islam (FPI) resmi dibubarkan pada 30 Desember 2020 oleh pemerintah, dan melarang setiap kegiatan yang dilakukan atas nama FPI sebagaimana yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan FPI.

Setelah Front Pembela Islam resmi dibubarkan, sejumlah tokoh dari organisasi ini mendeklarasikan perkumpulan baru dengan naman Front Persatuan Islam (FPI) termasuk Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris FPI Munarman.

Ma’ruf Asni, Direktur Bid. Pecinta Alam BAKORNAS LEPPAMI PB HMI, mengatakan secara legal standing dengan jiwa besar FPI menerima nya terlihat dengan langkah tersebut karena bagaimanapun gerakan positif yang dilakukan FPI selama ini harus terus dilanjutkan seperti gerakan kemanusiaan (humanitarian movement) khususnya ketika bencana alam melanda tanah air.

“Tidak sedikit peran dan kontribusi orang-orang FPI dalam penanganan korban dampak bencana alam selama ini. Kami sendiri ketika turun ke lapangan, seringkali bertemu dengan orang-orang FPI yang begitu solid dan militan dalam penanganan korban dampak bencana,” tutur Ma’ruf di Jakarta (Kamis, 30/12/20).

Dia melanjutkan bahwa meski FPI berubah nama bukan lagi Front Pembela Islam tapi Front Pemersatu Islam harus terus bergerak dan fokus pada kegiatan-kegiatan kemanusian, bahkan jika bisa menjadi garda terdepan setiap ada persoalan kemanusian dan lingkungan hidup yang setiap tahun menyerang bumi pertiwi.

“Harapannya Front Pemersatu Islam (FPI) kedepan tetap menjaga spirit dan tetap solid turun ke lapangan untuk melakukan kerja-kerja kemanusiaan. Leppami-pun juga harus belajar banyak soal model atau gerakan kemanusian karena itu adalah aktivitas-aktivitas positif yang harus dikembangkan dan dipertahankan,” ungkapnya.

Ma’ruf juga berharap dengan konsentrasi Front Pemersatu Islam (FPI) pada konsistensi gerakan kemanusian, juga bisa menjadi perekat pemersatu umat dan bangsa sehingga Front Pemersatu Islam (FPI) dapat dicintai oleh semua kalangan.