SEJARAH

SEJARAH LEPPAMI

Dasar Pemikiran

Agustus 2013, Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) telah melewati usia 68 tahun masa juang, kami para Kader HmI yang fokus dalam keilmuan Pariwisata dan bergerak dalam kegiatan Alam bebas bermaksud untuk memberikan sebuah asa perjuangan di dalam Himpunan.

Berangkat dari sejarah Islam yang terinspirasi dari sejarah turunnya Al-Qur’an pertama kalinya yakni perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dalam proses mendapatkan wahyu pertama kali yang melakukan perjalanan atas ke sebuah gunung cahaya/ Jabal Nur berkali-kali serta menepi di Goa Hira berbulan-bulan, bahkan kalau di lihat dari agama samawi semua wahyu yang sampai kepada Rasul ketika para rasul melakukan perjalanan spiritual di gunung. Sebanding dengan saat ini yang sudah ribuan tahun setelah periode kenabian kegiatan seperti mendaki gunung atau berkunjung ke tempat tempat wisata adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan oleh para kader- kader  pecinta  alam  di  HMI.  Serta  banyaknya  potensi  pariwisata  Indonesia  yang  belum berkembang  dan banyaknya kerusakan Alam di Indonesia, kamipun semakin semangat untuk membentuk wadah tersebut.

Oleh karena itu berangkat dari minat dan bakat mahasiswa-mahasiswa secara sosio cultural maka kami selaku korps pelopor melakukan perjalanan dalam rangka penyamaan mindset atau framing bagaimana membangun sumber daya manusia pada khususnya kader HMI dengan mengacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga terutama mengajarkan kepada kader-kader HMI untuk menjadi Insan Pengabdi. Karena HMI modern ini haruslah memberikan pola pola baru atau bisa kita sebut suatu warna baru yang hadir ditengah-tengah zaman dan sebagai bentuk lain dari perjuangan.

Jadi, dasar pemikiran dan semangat yang mendasari pendirian LEPPAMI adalah semangat Nabi Muhammad SAW, dalam mencari sesuatu kebenaran dalam kegelisahaan zaman. Begitupun kami, berangkat dari hasil “Iqro” terhadap keadaan zaman yang banyak sekali memandang kelestariaan alam adalah hal yang mungkin menjadi prioritas  kesekian  bahkan  bukan  menjadi  prioritas. Serta  banyak  kerusakan  alam  yang  disebabkan  oleh tumbuhnya geliat pariwisata yang tidak berbasis lingkungan hidup.

Serta kegiatan lingkungan hidup dan kepariwisataan telah menjadi sebuah buah bibir masyarakat Indonesia dengan banyaknya acara media visual mengangkat tema kepariwisataan dan lingkungan hidup.

Maka kami bertekad memperbaiki dan melestarikan alam dengan membentuk sebuah wadah untuk kader HMI bergerak  dalam  pelestarian  lingkungan  hidup  dan  pengembangan  pariwisata yang  berakhlak.  Dan  juga mengambil momentum masa kini untuk menjadikan LEPPAMI sebagai alternative berkegiatan bagi para kader dan juga sebagai sisi lain dalam penanaman nilai-nilai nasionalime dan cinta tanah air pada kader HMI.

Pemilihan Nama

Nama LEPPAMI pun lahir berkat “kopi darat” para penggagas di warung kopi yang berlokasi didepan Gedung Sekretariat HMI Cabang Serang pada tanggal 1 Januari 2014. Nama LEPPAMI pun lahir dikarenakan kegiatan Alam bebas merupakan bagian dari kegiatan dibawah disiplin keilmuan pariwisata. Maka dari itu kami sepakat dengan nama Lembaga Pariwisata & Pecinta Alam Mahasiswa Islam. Sebagai entitas dan wadah bagi kader HmI yang memiliki minat dan bakat dalam mengembangkan ilmu kepariwisataan dan kepecinta alam-an

Ikhtiar

Guna memperkenalkan Lembaga Pengembangan Profesi yang baru digagas kami pun berencana membuat sebuah kegiatan Deklarasi yang bertajuk Musyawarah Nasional LEPPAMI I disebuah gunung yang ada di Jawa Tengah. Akhirnya kami sepakat mengadakan Musyawarah Nasional LEPPAMI I pada tanggal 17 Rajab 1435 H bertepatan pada tanggal 17 Mei 2014 di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Deklarasi LEPPAMI terjadi saat PB HMI dipimpin oleh Kakanda M. Arief Rosyid Hasan dan Kakanda Mulyadi P Tamshir yang masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jendral.

Paska itu kami sepakat untuk membentuk LEPPAMI di HMI Cabang Se-Indonesia. Untuk itu kami mensosialisasikan LEPPAMI diberbagai cabang dengan membuat akun media social seperti twitter, facebook serta tetap mensosislisasikan LEPPAMI diruang-ruang kaderisasi seperti menjadi pengelola diberbagai LK1/LK2/TI & SC dan juga sebagai peserta diberbagai ruang-ruang training. Bahkan, saat pendakian kemerdekaan 17 Agustus ada seorang kader HmI MPO yang menghadiri kegiatan tersebut dan diapun ingin membuat LEPPAMI di HmI MPO cabang Jogjakarta.

Dalam 12 bulan berdiri telah berdiri LEPPAMI di berbagai Cabang seperti Cabang Kerinci, Cabang Bangka Belitung, Cabang Serang, Cabang Ciputat, Cabang Jakarta Barat, Cabang Jakarta Selatan, Cabang Jakarta Pusat- Utara, Cabang Depok, Cabang Cirebon, Cabang Semarang, Cabang Singkawang, Cabang Tarakan dan Cabang Denpasar. Serta tersebar Anggota LEPPAMI dicabang cabang lain yang berpotensi berdirinya LEPPAMI seperti Cabang Pekanbaru, Cabang Batam, Cabang Takengon, Cabang Bandung, Cabang Gorontalo, Cabang Malang, Cabang Bulak Sumur, Cabang Surakarta, Cabang Purwokerto, Cabang Pohuwato, dan Cabang Palu, pada prinsipnya LEPPAMI sudah tersebar di 12 Badan Koordinasi (BADKO) HMI.

Pendiri LEPPAMI HMI :

  1. Budi Nur Hadi W (KPL-HMI-001)
  2. Sopian Hadi Permana (KPL-HMI-002)
  3. Arif Budi Kusuma (KPL-HMI-003)
  4. Ramdhofa (KPL-HMI-004)
  5. Muhit (KPL-HMI-005)
  6. Hasan Qudratillah (KPL-HMI-006)
  7. Ichwan Abdillah (KPL-HMI-007)
  8. Alberto Kevin Alsera (KPL-HMI-008)

Korps Pelopor LEPPAMI Yang Siap Mendirikan LEPPAMI Cabang :

  1. Ichwan Abdillah (Depok)
  2. Randa Pratama (Kerinci)
  3. Dirgantara Kusuma (Jakarta Pustara)
  4. Arief Budi Kusuma (Serang)
  5. Jeffri Azhar (Jakarta Barat)
  6. Nur Eska (Singkawang)
  7. Agus M. Iqra (Tarakan)
  8. Budi Nur Hadi W (Semarang)
  9. Fadil Akbar (Bulak Sumur)
  10. M. Jusrianto (Malang)
  11. Dedi Setiadi (Bandung)
  12. Sopian Hadi (Ciputat)
  13. Anwar Hadi (Pangkal Pinang/Babel)
  14. Wiriyanto Aswir (Pekanbaru)
  15. Aulia Akbar P (Denpasar)
  16. Ibnu (Makasar Timur)
  17. Isyadi (Surakarta)
  18. Ryan (Cirebon)
  19. M. Syachri R (Jakarta Selatan)
  20. Hendrika Fauzi (Takengon)
  21. Wirawan Kusuma (Makasar)
  22. Dewi Seri (Tg Pinang-Bintan)